RSS
Showing posts with label Arema. Show all posts
Showing posts with label Arema. Show all posts

Masihkah Salam Satu Jiwa ?

Filed Under: Labels:
(Dikutip dari Artikel Ongisnade yang ditulis oleh Reporternya Muhammad Irfan Anshori)

Salam Satu Jiwa!!!
Itulah pekikan identik yang membedakan warga Malang Raya khususnya Aremania dengan suporter-suporter yang lain. Dengan kondisi saat ini, masihkah pekikan itu akan diucapkan.

Kalimat Salam satu Jiwa seolah sudah menjadi trademark yang tidak bisa dipisahkan dari Arema dan Aremania. Kalimat ini juga mejadi kalimat pemersatu antara satu Aremania dengan Aremania yang lain. Saya jadi teringat sebuah cerita tentang khasiat kalimat ini. Salah satu wilayah di Jakarta kebetulan dikuasai oleh orang-orang Malang, dan jika kemudian anda entah itu asli Malang atau bukan, ucapkan saja Salam Satu Jiwa, maka jika anda memiliki masalah disana dalam sekejap akan selesai.

Sungguh-sungguh berkhasiat memang, tapi kekhasiatan itu atau bahkan esensinya saat ini mulai dipertanyakan dengan kondisi klub yang kemudian terpecah. Arema sekarang sudah bukan identik lagi dengan lima huruf, namun sudah menjadi beberapa huruf, ada yang menyebut Arema Sultan Agung (karena berkantor di Jalan Sultan Agung) dan satunya ada yang menyebut Arema Tidar (karena berkantor di Jalan Tidar). Kalau sudah begini, apakah kemudian kita harus mengucapkan kalimat Salam Dua Jiwa!!!…Yang jelas selain kalimat itu tidak enak didengar, kita juga bisa ditertawakan oleh suporter-suporter lainnya.

Memang ini bukan salah Aremania, karena keegoisan masing-masing kubu membuat kondisi sekarang terjadi. Tapi ayo nawak, mumpung kalimat pekikan itu masih ada dan harus terus ada, jangan sampai kita terpengaruh dengan kondisi klub yang saat ini terjadi. Yang saya juga ingat Salam Satu Jiwa ini juga telah mempersatukan warga Malang yang dulu sempat terblok-blok dengan wilayah masing-masing. Pastinya kita semua tidak menginginkan kalau blok-blok itu terjadi lagi. Usaha Aremania ataupun Aremanita sudah cukup maksimal untuk mempersatukan kedua kubu, namun karena masing-masing kubu punya kepentingan, akhirnya tidak pernah ada titik temu.

Sekarang sudah bukan waktunya lagi kita menyalahkan M Nur ataupun bahkan membenarkan Rendra, karena bagaimanapun kedua orang itu sudah mempunyai jasa masing-masing. Ingat, seberat apapun konflik yang didapat Arema selama ini, namun akhirnya akan terselesaikan. Tapi jangan sampai kalimat Salam Satu Jiwa terpecah, karena untuk mempersatukannya juga susah. Satu kalimat bijak untuk menutup artikel ini, semoga bisa kita renungkan bersama. “Orang bodoh membangun tembok pemisah dalam hatinya, orang bijaksana merobohkan tembok pemisah tersebut dan hidup berdampingan secara damai dengan orang lain.”.


[.Read More.]

Arema ISL , Arema IPL pilih mana..???

Filed Under: Labels:
Prihatin, melihat carut marut kondisi induk organisasi sepak bola tanah air (PSSI) juga menular pada klub-klub di Indonesia, sebut saja Persija dan Arema. 2 Klub yang memiliki sejarah di kancah persebakbolaan tanah air ini bagai sebuah kapal yang terpecah oleh karang sehingga menjadi dua kubu yang yang rasanya susah disatukan visi misi nya.
Entah siapa yang menjadi sutradara dibalik ini semua.

**Walaupun secara kasat mata yang terlihat adalah seperti adu gengsi antara 2 pengusaha penguasa negeri ini yaitu Arifin Panigoro (AP) dan keluarga Bakrie. AP yang disebut-sebut sebagai pemegang kendali atas kepemimpinan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin seperti melanjutkan misi LPI nya yang sekarang berubah menjadi IPL. Sedangkan keluarga Bakrie yang lebih 'dekat' dengan kepengurusan sebelumnya dengan kompetisi lamanya ISL (yang sesuai statuta PSSI)

Kembali ke Topik,
2 Klub diatas merupakan salah dua klub yang terkena imbas dari pergulatan 2 kubu tersebut,yang mau gak mau klub tersebut pecah menjadi 2 kubu juga. ( bingung kan..sama! )
Di Arema, terdapat Arema versi M. Nur ( yang disebut-sebut mendapat 'back up' dari AP) dan Arema versi Rendra Kresna ( yang disebut-sebut mendapat 'back up' dari Bakrie).

Jika dilihat dari yang nge-back up (hehe, aneh banget bahasanya) dapat ditebak kalau Arema Versi M. Nur memilih mengikuti IPL.Sedangkan Arema versi Rendra mengikuti ISL (bersama beberapa klub-klub ISL yang menolak ikut IPL).

Pertanyaannya adalah "Arema mana yang akan dapat dukungan dari Aremania? yang ISL atau IPL?"
Harus disadari kalau dualisme kepengurusan ini akan menimbulkan sedikit perpecahan di kubu Aremania sendiri. Sekarang pun hal tersebut telah ramai di forum-forum Aremania.Ada sebagian kubu yang masih menghujat salah satu kubu. tapi yang harus digarisbawahi adalah bukankah kita adalah Aremania yang selama ini tidak terpengaruh dengan kondisi-kondisi tersebut? bukankah kita terlahir hanya untuk mendukung satu nama satu kata "AREMA" ? tidak sepantasnya kita ikut larut dalam carut marut permasalahan yang bakal gak berujung ini..

Ingatlah !
kita bukan M. Nur-mania..
kita juga bukan Rendra-mania..
kita Aremania..

Jadi kalau ada pertanyaan dukung mana Arema ISL atau Arema IPL ?
saya yakin seorang Aremania hanya akan menjawab " ayas ndukung Arema ! "

Salam 1 Jiwa !


[.Read More.]

#24thArema

Filed Under: Labels:
Sebuah hashtag yang sempat jadi Trending Topic Indonesia di beberapa jejaring social (yang saya tau twitter dan koprol). Dari kalimatnya jelas, hashtag tersebut merupakan bentuk penghargaan buat Arema yang berulang tahun ke-24 pada tanggal 11 Agustus lalu.

24 tahun bukanlah waktu yang singkat (umur saya aja belum sampai segitu :D ). Banyak rintangan yang sudah dilalui pendiri klub, manajemen, dan Aremania untuk membuat klub ini masih survive.

Harapan saya pribadi sebagai Aremania, Semoga Arema tetap hidup menjadi kebanggaan bagi Kota Malang dan Negara Indonesia ! Tanpa ditunggangi oleh orang-orang yang memiliki 'kepentingan' pribadi / kelompoknya. Amin



Happy Birthday Arema...
you'll never die ! #24thArema

[.Read More.]

Antara Gajayana dan Kanjuruhan…(part 2)

Filed Under: Labels:
Setelah dipostingan sebelumnya mengupas tentang Stadion Gajayana, kini mungkin giliran Stadion Kanjuruhan yang sampai Sekarang menjadi home base tim Arema di kompetisi ISL (Indonesia Super League).

Stadion Kanjuruhan


Stadion Kanjuruhan tampak depan


Stadion ini mulai dibangun pada tahun 2003 lalu. Pembangunannya kabarnya mencapai lebih dari 35 Miliar rupiah pada waktu itu dan sebagian diambil dari APBD Kab Malang. Stadion ini dirancang mampu menampung 50.000 penonton(belum termasuk sentleban).
Setelah proses pembangunannya yang menelan beberapa bulan, akhirnya stadion ini diresmikan oleh Presiden Megawati Sukarno Putri(Presiden RI ketika itu). Acara pembukaan tersebut menampilkan pertandingan persahabatan antara Arema Malang yang dilatih Benny Dollo ketika itu melawan PSS Sleman yang dilatih oleh Daniel Rukito.

Arema Malang ketika itu masih berkutat di Divisi I Liga Pertamina 2004, sedangkan PSS Sleman mampu menjejakkan diri di papan atas Liga Bank Mandiri 2004. Pertandingan ini akhirnya dimenangkan oleh Arema Malang dengan skor 1-0.
Uniknya pertandingan yang dihadiri oleh sekitar 80.000 penonton ini(data Harian Pagi Surya dan Malang Post ketika itu) cuma dilaksanakan dalam waktu 1x60 menit dikarenakan Stadion Kanjuruhan ketika itu belum memiliki lampu yang dapat menerangi lapangan di malam hari. Pertandingan dimulai pada pkl 16.00 dan berakhir sekitar pkl 17.00wib.

(Sumber tulisan : Memoar Anak Negeri )

Sedikit memang sejarah dari Stadion Kanjuruhan ini, mungkin karena umurnya yang masih muda jika dibandingkan dengan Stadion Gajayana. Tapi, Prestasi tim Arema sejalan dengan pengembangan stadion ini. Dari awalnya ’hanya’ stadion biasa yang tanpa lampu hingga sekarang memiliki penerangan yang standard internasional. Dari sistem drainase yang ’kelas bawah’ (ingat pulang dari stadion tapi gak nonton sepakbola gara-gara lapangan banjir pas hujan deras banget waktu Arema vs Persib tahun 2005), hingga sekarang drainase ’kelas wahid’ ! terbaik di indonesia malah kalau menurut saya. Kalau kamu liat Arema vs Persija musim 2010/2011 pasti tahu alasannya kenapa saya bilang ’kelas wahid’. Dari papan skor yang masih memakai kayu, hingga sekarang yang memakai jam digital (semoga awet gak kayak Gajayana).


(foto: aremania north goal)



(foto: sam Hari Lazuardi - ArSen)



Memang untuk rumput lapangan, di Indonesia masih bisa dibilang kurang perhatian dalam masalah perawatan sehingga jangan harap melihat bola meluncur dengan lancar di lapangan indonesia. Tapi Stadion Kanjuruhan mulai berbenah dalam melakukan perawatan demi kualitasnya bisa dilihat saat beberapa pertandingan Arema akhir musim 2010/2011(atau bisa liat gambar aja deh.)






(foto: sam Hari Lazuardi - ArSen)


Stadion ini juga memiliki banyak cerita layaknya Stadion Gajayana (bagi Aremania tentunya). Walaupun posisinya di Kepanjen, Kab. Malang yang jauh kalau menurut saya, tapi Aremania tidak pernah absen setiap ada pertandingan Arema (kecuali kena sanksi tampil tanpa penonton,hehe). Bagi saya sendiri yang juga Aremania, suka duka pernah tertuang lengkap dalam stadion ini. Mulai dari kehilangan teman SMP Fajar Widya yang meninggal saat Arema vs Persija (lupa tanggalnya) hingga euforia ketika Arema berhasil meraih trofi ISL untuk pertama kali musim 2009/2010 kemarin. Puas ! soalnya saat itu musim saya aktif nonton Arema (gara-gara jadwal kuliah yang mendukung,hehe jadi semangat PP Surabaya-Malang), hanya absen 2 pertandingan home saat Arema vs PSPS sama Arema Vs Persiwa.

Gajayana – Kanjuruhan sama saja !
Engkau ada Karena AREMA !




-end-
[.Read More.]

Antara Gajayana dan Kanjuruhan…(part 1)

Filed Under: Labels:
Bicara tentang Arema, tentu pembaca tidak asing dengan kedua nama tersebut. Kedua nama tersebut merupakan salah dua dari Stadion yang berada di wilayah Malang Raya. Dari sekian banyak stadion yang berada di Malang Raya, mungkin hanya dua stadion tersebut yang mudah diingat oleh warga malang umumnya dan Aremania khususnya. Alasannya? Mungkin karena kedua stadion tersebutlah yang menemani perjalanan tim Arema dari lahir hingga sekarang. Saya tidak tahu banyak mengenai sejarah kedua stadion tersebut, setelah googling sana sini saya menemukan beberapa artikel yang mungkin bisa menambah pengetahuan pembaca tentang kedua stadion ini. Kita mulai dari stadion yang menemani Arema lebih dulu, Stadion Gajayana.

Stadion Gajayana
Hampir semua penggemar sepakbola di Indonesia mengetahui jika Stadion Gajayana Malang sekarang ini adalah home-base Persema Malang di Liga Primer Indonesia(LPI). Bahkan ada yang menganggap stadion Gajayana ini milik Persema Malang.

Anggapan Stadion Gajayana milik Persema adalah tidak benar. Stadion Gajayana dibangun dengan dana puluhan ribu gulden pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Pembangunan Stadion Gajayana ini dirangkai dengan pembangunan dua lapangan luar Stadion dan satu buah kolam renang berstandar nasional yang dikenal dengan nama Swembat.
Awalnya stadion Gajayana hanya berkapasitas sekitar 5000 penonton (kurang dari separuhnya berada di tribun yang kita kenal sebagai tribun VIP sekarang ini). Stadion Gajayana baru merasakan pemugaran hebat di tahun 1990-1992 seiring dengan penambahan kapasitas stadion menjadi 17.000 penonton.

Pemugaran Stadion ini didanai oleh PT. Putra Arema yang dikomandoi Ir Lucky Acub Zaenal atau yang akrab disapa sebagai Sam Ikul. Dana pemugaran stadion totalnya mencapai 3 Miliar rupiah dan hampir seluruhnya berasal dari kantong pribadi Sam Ikul. Sam Ikul melego salah satu rumahnya di Jl. Besar Ijen seharga 2 Miliar rupiah sebagai salah satu sumber pendanaan dari PT Putra Arema. Tak cukup dengan itu, kabarnya Sam Ikul melego beberapa mobil pribadinya untuk membantu pemugaran stadion.



Pemugaran dimulai seiring berakhirnya Galatama 1989/1990. Ratusan pekerja (kabarnya mencapai lebih dari 200 orang) dikerahkan setiap harinya agar proyek bisa diselesaikan tepat waktu. Semakin lama proyek diselesaikan akan mengakibatkan pembengkakan dana yang tidak perlu. Apalagi dana 3 Miliar rupiah ketika itu sudah lebih dari cukup untuk mendanai Arema selama 3-4 musim kompetisi.

Agar selesai tepat waktu pemugaran stadion ini mendapat dukungan dari banyak pihak baik moril maupun materiil. Nirwan D. Bakrie yang pernah membangun Stadion Sanggraha Pelita Jaya di Lebak Bulus juga memberikan bantuan bagi PT Putra Arema. tak tanggung-tanggung lewat Bakrie & Brothers bantuan diberikan juga dalam bentuk tenaga teknis. Semata-mata untuk memberikan bantuan teknis kepada Sam Ikul yang kurang memiliki pengalaman dalam menangani proyek besar dan sebagai kontraktor khususnya.

Seakan menjawab do'a dan harapan dari Sam Ikul akhirnya stadion yang pernah memiliki salah satu kualitas rumput terbaik se-Indonesia di jaman Hindia Belanda ini selesai lebih cepat dari waktu yang ditargetkan. Bayangan buruk bahwa Arema bakal lebih lama memakai Stadion Brantas Batu bisa dilenyapkan. Dengan adanya stadion yang baru dipugar dan kapasitas yang lebih besar memungkinkan Arema memiliki pendapatan lebih dari sektor tiket penonton.

Di era Galatama selain sponsor dan donatur, pendapatan Arema dari tiket penonton sangat diandalkan. Selepas Arema memakai Stadion Gajayana yang baru dipugar harga tiket ketika itu sebesar 2000 rupiah untuk ekonomi dan 3500 rupiah untuk VIP. Dengan jumlah penonton mencapai lebih dari 150 ribu orang untuk satu musim Galatama di tahun 1992/1993, Arema bisa memperoleh pendapatan kotor lebih dari 300 juta rupiah dalam satu musim kompetisi.

Angka tersebut cukup besar untuk memberi nafas sejenak kepada Arema selama mengarungi kompetisi Galatama sekalipun tidak cukup untuk 'mbandani' pengeluaran klub selama semusimnya.

Lewat proyek pemugaran stadion Gajayana ini Arema mendapat kompensasi berupa pengelolaan stadion selama 20 tahun (Sumber : Arema Never Die karangan Abdul Muntholib). Katakanlah kerjasama itu dimulai dari tahun 1990 maka semestinya Arema masih bebas memakai stadion tersebut hingga tahun 2010.

Namun tidak sampai akhir kerjasama tersebut Arema terpaksa hengkang untuk menggunakan Stadion Kanjuruhan sebagai homebasenya. Semestinya jika memang kerjasama awalnya menyatakan demikian Arema bisa meraup pendapatan signifikan dari Stadion Gajayana. Apalagi di tahun 2009 pendapatan APBD Malang dari Stadion Gajayana mencapai ratusan juta rupiah dan dapat ditingkatkan menjadi 1-2 Miliar rupiah jika Arema dapat mengelolanya secara penuh.

Meski Arema sampai dengan saat ini masih memakai Stadion Gajayana untuk latihan dan ujicoba, terakhir kali Arema merasakan berkompetisi di Stadion ini adalah di tahun 2007 ketika melakoni Liga Champions Asia dan Copa Indonesia. Untuk level sekelas Liga Indonesia, Arema terakhir memakainya di awal tahun 2006 melawan PSMS Medan sebagai tuan rumah.

Banyak memori indah yang diukir Arema di stadion ini. Arema meraih juara Galatama di tahun 1992/1993 ketika memakai Stadion Gajayana sebagai homebasenya. Itu adalah trophy pertama Arema yang diraih pada kejuaraan resmi. Trophy berikutnya hadir ketika turut serta menjadikan Stadion Gajayana sebagai homebase Arema di Copa Indonesia 2005 dan 2006.

Di era kepemimpinan H. Soesamto sebagai walikota Malang, Stadion Gajayana Malang juga mendapat 'sentuhan' pemugaran dengan penambahan lampu stadion di tahun 1996-1997. Proyek ini memakan biaya 2 Miliar rupiah dan baru selesai ketika Persema menjamu Persipura di tahun 1997. Tiang dan lampu ini sampai sekarang masih digunakan di Stadion Gajayana.



Selepas berakhirnya walikota H. Soesamto di tahun 1998 nyaris tidak ada proyek lagi berkaitan dengan Stadion Gajayana. Di era kepemimpinan walikota Suyitno, Arema dan Aremania beberapa kali melayangkan permintaan untuk pemugaran Stadion untuk penambahan kapasitas penonton. Kapasitas tempat duduk yang sebesar 17 ribu tersebut tidak cukup menampung massa dan seringkali penonton meluber hingga sentelban. Di sepanjang kompetisi kondisi ini jamak terjadi ketika Arema bertanding. Untungnya PSSI tidak memberikan sanksi ketika itu karena tiadanya peraturan yang mengatur tentang luberan penonton didalam pertandingan.

Asa sempat menyeruak tatkala walikota berikutnya, Drs. Peni Suparto memberikan janji untuk memperbesar kapasitas stadion dimana kondisi tribun ekonomi yang semula 10 trap menjadi 14 trap. Perbesaran kapasitas ini memungkinkan Stadion memiliki daya tampung hingga lebih dari 22 ribu penonton.

Sayangnya janji tersebut hanyalah janji, tidak dapat direalisasi dengan alasan sama dengan yang sebelumnya, keterbatasan dana. Sampai adanya Mall Olympic Garden (MOG) yang pembangunannya sepaket dengan pemugaran stadion Gajayana dan penambahan kapasitas tribun hingga diatas 30 ribu penonton.





Agaknya peran swasta tidak dapat dilepaskan dari pembangunan Stadion Gajayana. Tanpa peran Sam Ikul dan lainnya Stadion ini tidaklah semenarik seperti yang sekarang kita saksikan. Ditunggu kiprah dan sumbangsih Persema dan Ngalamania nantinya untuk melestarikan Stadion Gajayana ini. (Muaddib)
(Sumber Tulisan : wearemania.net)

Banyak memori dari stadion ini (khususnya bagi saya, seorang Aremania) mungkin dari stadion inilah awal saya menjadi Aremania. Cerita mulai saya kecil yang sering diajak ayah nonton Arema / Persema, menjadi anak gawang pertandingan Arema / Persema saat masih ikut Sekolah Sepak Bola, main disini final Piala Jawa Pos saat masih SSB, hingga akhirnya mulai aktif nonton Arema disini bareng teman-teman mulai SMP kelas 1.

Stadion yang keramat menurut saya, stadion yang dapat merubah jadwal sekolah SMP saya dulu (SMP Negeri 1 Malang). Hah ? kok bisa ? ceritanya kalau pas Arema maen disini SMP langsung dipulangkan lebih awal gara-gara takut muridnya tidak mendapatkan mikrolet maklum SMP kami posisinya gak jauh dari Stadion Gajayana. Haha mungkin SMP Negeri 6 Malang juga gitu (untungnya bagi saya gak ngefek, orang tiap Arema maen sering dibelain bolos sama anak-anak. :D ).


-to be continued-
[.Read More.]

Mijan Vs. Robert …. (part 2)

Filed Under: Labels:
Akhirnya Indonesia Super League (ISL) musim 2010/2011 telah berakhir dengan menghasilkan jawara Persipura Jayapura. Juara musim lalu, Arema Indonesia gagal mempertahankan gelar yang diraihnya musim lalu. Kegagalan Arema mempertahankan gelar ISL tahun ini menimbulkan berbagai reaksi dari supporter fanatiknya, Aremania. Jelas pergantian pelatih di awal musim akan menimbulkan reaksi “membandingkan” antara pelatih yang sekarang dan sebelumnya. Tanpa bermaksud menjelekkan salah satu pelatih saya pribadi sebagai aremania akan mencoba “membandingkan” Arema saat diarsiteki dua pelatih asal Eropa ini.


- Tactics
Dari segi cara bermain, Arema mengalami sedikit mengalami perubahan dari formasi, strategi, dan cara bermain. Simple, gaya kepelatihan antara Mijan dan Robert berbeda ! sepengetahuan saya Mijan selalu mengusung permainan menyerang yang mengandalkan kekuatan penyerang-penyerang sayapnya. Sedangkan Robert lebih mengandalkan kekuatan pertahanan yang didukung dengan efektifnya serangan balik. Biasanya, Robert menggunakan formasi 4-4-1-1 dengan mengandalkan kekuatan lini tengah (A. Bustomi/Juan Revi/T. Pranata/Esteban G.) sebagai penjaga keseimbangan dan penghubung aliran bola saat melakukan serangan balik yang cepat dan efektif. Sedangkan Mijan lebih suka memainkan formasi 4-3-3 dengan mengandalkan tusukan dari kedua penyerang sayapnya (T.A Musafri/A.Amiruddin/Dendi/Ridhuan).

- Keharmonisan Pemain
Hadirnya muka-muka baru seperti Yongki Aribowo, Achmad Amiruddin, T.A Musafri, Leo Tupamahu, dll. Tidak mempengaruhi keharmonisan pemain. Tapi yang perlu menjadi sorotan adalah cara pelatih melakukan pendekatan terhadap pemain. Robert lebih mempunyai kelebihan dalam pendekatan kepada pemain-pemain Arema yang mayoritas berisi pemain muda. Motivasi yang diberikan oleh Robert benar-benar menyulap pemain yang “biasa-biasa” saja menjadi pemain bintang. Berbeda dengan Mijan, karakter orang eropa timur yang keras, tegas, disiplin tinggi seperti ini kurang cocok bila diterapkan di tim yang bermaterikan pemain-pemain muda seperti Arema yang memiliki emosi yang belum sempurna.makanya tidak jarang musim 2010/2011 sering bermunculan kabar tak sedap seperti perkelahian antara pelatih dan pemain.

- Kompetisi yang diikuti
Musim ini menjadi musim yang berat bagi Arema karena harus menjalani Liga Champions Asia (LCA). Jadwal yang mepet sangat berpengaruh dalam kebugaran pemain, bisa dibayangkan jika pemain harus terbang ke Korea lanjut ke Papua hanya dalam seminggu! Jika dibandingkan dengan era Robert, jadwal kompetisi yang sekarang lebih padat meskipun tidak ada Piala Indonesia. Hasilnya? Mengecewakan ! Arema Babak belur di LCA, tapi satu yang bikin bangga adalah pemain selalu berjuang habis-habisan walau musuh yang dihadapi beda kelas !

- Dukungan Manajemen
Satu kata : PARAH ! manajemen yang buruk sangat berpengaruh dalam tim Arema musim ini. Memang musim lalu Arema juga mengalami krisis keuangan tapi musim ini kondisi tersebut lebih buruk. Padahal sponsor yang digaet sudah lebih banyak daripada musim lalu. Imbasnya ke gaji pemain,jika di era Robert gaji sebulan tidak dibayar sudah teriak-teriak + ancam mogok.di era Mijan, pemain bisa sampai 3 Bulan belum dibayar.
sekedar intermezo..Adanya ketidakharmonisan di kubu Manajemen yang menyebabkan Arema tidak terurus. Hadirnya LPI bisa jadi menjadi salah satu faktor ketidakharmonisan ini. Adanya pihak-pihak yang sengaja ingin memindah Arema ke Liga Ilegal tersebut. Bekal hubungan baik dengan petinggi Liga Ilegal tersebut, kubu ini seperti rela “menjual” Arema. Satu-satunya jalan yang harus ditempuh jika ingin Arema selamat adalah ROMBAK MANAJEMEN. Yang terpenting bagi Manajemen Arema adalah “Hidupilah Arema, Jangan mencari hidup di Arema !”

- Dukungan Aremania
Ada yang berbeda dengan Stadion Kanjuruhan Musim ini jika dibandingkan dengan musim sebelum-sebelumnya. Musim ini jumlah penonton yang hadir di stadion tidak se-stabil musim-musim sebelumnya. Mungkin Ekspetasi yang berlebihan terhadap Mijan ditambah Peforma tim yang tidak sekonsisten era Robert yang menyebabkan berkurangnya penonton yang hadir di stadion. Mereka lebih suka duduk manis di rumah, daripada teriak-teriak mendukung arema di stadion. Padahal gak bisa dipungkiri kalo Aremania menjadi pemain ke 12 di lapangan. Singkat saja, Robert lebih berhasil menarik simpati Aremania.


Jadi siapa yang lebih baik?
Era Mijan atau Robert ?
Setiap orang berhak memiliki jawaban dan alasan sendiri...


.end.
[.Read More.]

REVOLUSI PSSI.....?

Filed Under: Labels:


Mungkin seruan diatas tidak akan jadi pertanyaan kalau baru sekarang digembar-gemborkan oleh beberapa pihak. Seruan di atas akan berubah menjadi pertanyaan kalau baru dilakukan sekarang.

Lantas kemana saja kalian (yang sekarang baru teriak-teriak ke PSSI) beberapa tahun lalu?
bahkan yang lucu, pihak-pihak tersebut berlagak seperti pahlawan kesiangan yang mulai menuduh adanya 'permainan' antara PSSI dan beberapa insan yang belum meneriakkan protes tersebut. (dalam hal ini AREMA yang sekarang lebih banyak diam,trus dituduh oleh beberapa pihak yang gak tau apa-apa dan yang berlagak seperti pahlawan kesiangan --").

Maaf, kami aremania gak pernah diam dalam hal Revolusi PSSI...
kami sudah melakukan teriakan tersebut beberapa tahun lalu ketika kalian (baca:pahlawan kesiangan) masih tertidur dalam belaian PSSI..

sekedar pengingat memori, saya tampilkan isi surat Aremania ke Menegpora yang ditulis pada 15 Maret 2008...isinya seperti ini..

Komunitas Suporter Aremania
Nomor :-
Lampiran : 3 Lembar
Perihal : Permohonan Dukungan Moril dan Materiil

Kepada
Yth. Bapak Menteri Negara Pemuda dan Olahraga ( Menegpora )

Salam Satu Jiwa Arema
Sehubungan dengan menurunnya kinerja PSSI dibawah kepemimpinan Nurdin Halid, baik dalam organisasi maupun putaran kompetisi dan prestasi tim nasional Indonesia yang antara lain ditandai dengan :

1. Tidak konsistennya keputusan PSSI/BLI dalam mengelola kompetisi perihal aturan promosi-degradasi

2. Sebagian besar wasit tidak mampu memimpin pertandingan diatas prinsip fair play karena keterbatasan kemampuan dan degradasi moral

3. Tidak adanya standar yang jelas tentang pemain asing baik kualitas teknik maupun mental dan,

4. Status Ketua Umum Nurdin halid sebagai terpidana telah mendapatkan peringatan keras dari FIFA sebagai organisasi tertinggi sepak bola internasional

Akibat dari hal-hal tersebut diatas yang telah mengantarkan sepakbola Indonesia pada kondisi yang memprihatinkan antara lain :
1. Terjadi kerusuhan suporter
2. Pemukulan pemain terhadap wasit dan perkelahian antar pemain
3. Prestasi tim nasional Indonesia yang semakin terdegradasi.

Maka sebagai tanggung jawab moral insan bola Indonesia, Aremania sebagai salah satu suporter mengusulkan agar segera dilakukan REFORMASI PSSI sebagaimana agenda reformasi dalam proposal.

Demikian usulan ini kami sampaikan untuk mendapatkan dukungan baik moril mapun meteriil demi perbaikan prestasi sepak bola Indonesia diwaktu akan datang.

Malang, 15 Maret 2008

ttd,
Komunitas Suporter Aremania


(diambil dari dulur pasoepati jakarta)

Monggo dilihat juga link ini...
menengok-sejarah-revolusi-pssi



[.Read More.]

Arema dan LPI ???

Filed Under: Labels:

(diambil dari sini.. )

Sebelumnya saya hanya ingin berbagi info dengan teman-teman pembaca. ini bukan tulisan saya pribadi, saya hanya ingin berbagi informasi mengenai gonjang ganjing LPI jika dihubungkan dengan AREMA.. semoga bermanfaat..


Arema dan LPI - Tiket Pertandingan

Arema dan LPI - Hak Siar Televisi
Arema dan LPI - Sponsoship
Arema dan LPI - Flash Back Arema
Arema dan LPI - Yang Dikorbankan Jika Arema Ikut LPI



[.Read More.]

Krisis AREMA..antara Realita dan Sinetron?

Filed Under: Labels:
Bukan AREMA bila tidak ada masalah, mungkin ini ungkapan yang tepat menanggapi krisis keuangan yang lagi-lagi menyerang AREMA. Semenjak lepas dari kepemilikan PT. Bentoel Prima, AREMA selalu tak bisa lepas sepenuhnya dari momok yang satu ini, dan yang paling terkena imbasnya adalah hak pemain dan pelatih.
Untuk edisi musim ini, Djarum Indonesia Super League musim 2010/2011 baru berjalan belum sampai separuh kompetisi, tetapi AREMA sudah mendapatkan masalah keuangan (lagi).Namun sama seperti edisi sebelumnya (era Robert), manajemen klub terlihat ‘santai’ menghadapi masalah ini dan terkesan sudah diprediksi. Sekedar catatan, AREMA menjadi klub yang memiliki pendapatan tiket tertinggi di ISL dengan rata-rata 850 juta rupiah per pertandingan kandang.

Lantas kemana uang kita larinya ?

Mungkin yang dapat menjawab pertanyaan ini hanya manajemen klub !
Ketidakterbukaan manajemen kepada Aremania tentang masalah keuangan ini yang membuat saya khawatir akan timbul ‘mosi tidak percaya’ kepada manajemen klub nantinya. Dan jika hal ini terus dibiarkan bukan tidak mungkin akan terjadi perpecahan di dalamnya. Mungkin ini yang diinginkan oleh pihak-pihak yang ingin membunuh AREMA. Entah siapa yang jadi ‘sutradara’ dibalik semua masalah ini. Jika ini benar-benar terjadi maka ‘mereka’ harus siap melawan Jutaan Aremania sejagad raya.

Selama Aremania masih ada di muka bumi ini, AREMA tidak akan pernah MATI !!!

[.Read More.]

Salahkah kita menjadi INDONESIA ?

Filed Under: Labels: ,
Mungkin pertanyaan di atas merupakan luapan emosi saya yang timbul sepulang menonton pertandingan “Indonesia versus Malaysia” di Gelora Bung Karno 29 Desember 2010 lalu. Bukan hasil pertandingan yang saya sesalkan karena bagi saya kalah menang merupakan hal yang biasa dalam pertadingan.
30 Desember 2010; Saya, Maplak, Ipul, Bambang, Ardi dan Esa bersama kelompok supporter (ratusan snex dan beberapa bonek) kembali menuju Kota Surabaya dari Jakarta menggunakan Kereta Api Kertajaya.Berangkat dari Stasiun Pasar Senen dengan kondisi berdesakan dan tidak dapat tempat duduk tidak menyurutkan niat kami untuk pulang (mungkin karena gak ada pilhan lain). D alam perjalanan memasuki daerah Pegaden sampai Cikampek, Kereta Api mendapat hujan batu dari arah kiri dan kanan. Walau ada yang luka-luka, untungnya gak ada korban jiwa.
Dari kejadian ini yang saya sesalkan adalah Bagaimana bisa Suporter Indonesia menggunakan atribut Indonesia mendapat terror dari oknum supporter di daerah Jawa Barat (yang juga masih kawasan Indonesia), Apa ada yang salah seorang Warga Negara Indonesia mendukung negaranya bertanding, Tanya Kenapa?

[.Read More.]

AREMA Agama Kedua

Filed Under: Labels:


"AREMA Agama Kedua" itulah judul film garapan anak Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai apresiasi kepada klub sepakbola tanah air yang masih mampu bertahan hidup tanpa harus 'menyusu' kepada APBD seperti mayoritas klub sepakbola Indonesia lainnya. Dalam film ini berisi perjalanan hidup klub AREMA dengan mewawancarai sosok-sosok di balik kesuksesan AREMA, seperti pendiri, manajer, orang-orang yang terlibat dalam pendirian AREMA, pelatih, pemain, dan dan suporter. Jadi untuk kalian yang penasaran jangan lewatkan film ini.



.S1J

[.Read More.]

Kuliner khas Kota Malang

Filed Under: Labels:
(dikutip dari AREMA Club (Pencinta Malang dan Boso Walikan) )

Rulud-rulud sedanten, iki loh kerr naskiman licek alias makanan ringan sing nayamul kane, lan gampang di goleki lek uklam-uklam ndek NGALAM lan sekitarnya

- CILOK DAGING alias oskab licek-licek
Ngalam pancen surgane cilok, moso hampir di pinggir dalan mesti ono wong dodolan cilok. Pinggir kampus, halokes, lapangan wes eperiwhere laah. Cilok sing nayamul terkenal ono ndek ngarepe SMA 8 jalan veteran, jembatan Su-Hat, ndek UM jalan jombang. Cuman lek nakam cilok ati2 ojo kakean saus yo kerr...pengawet karo pewarna'e

- TEMPURA en prenss..
Odop karo Cilok, iki ngono yo panganan rakyat, regone amil sutar'an per biji. Bentuke macem-macem, rasane aneh-aneh tapi kane. He2..Masiyo kane yo ojo akeh2 yo kerr...mules engko..Iki ngono yo rulud'e cilok dadi osi di temokno ndek endi2

- GORENGAN
Lek sing jenenge gorengan iku mesti dadi paporit ndek endi2, gak cmn dek NGALAM. Opo maneh lek di gandengno karo teh sinam or ipok sanap di minum pas najuh...Wuiiikkk Mak nyuussss jeeeehhh....jare Ebes Bondan he2..
Gorengan sing umum ndek ngalam ono aud kategori sing enteng lan rodo antebb. Sing enteng koyo ngadeg ngerog, nukus, olet, senjem, weci, cakue. Rodo angel goleki sing terkenal salah sijine yo ndek daerah sawahan.
Gorengan sing rodo antebb koyo: Lumpia, piscok (pisang coklat), martabak licek, resoles lan ngerog. Qeqeqe..lek sing terakhir iku kadit kusam kerr..iku ngono cemilane admin. Lumpia sing nayamul terkenal ndek ngalam yo Lumpia Tugu Sulfat, Martabak Agung Malvinas.

- BAKSO alias OSKAB
Ngalam iku pancen jagoan ndek jenis naskiman utas iki.Oskab-oskab terkenal nasional roto-roto yo oket Ngalam. Sebut ae OSKAB KOTA cak MAN, OSKAB MALANG Cak Eko, OSKAB SOLO KIDUL RASAP, OSKAB RAKAB ABM...Wuiiikkk...kanyab ilakes. Ojo disebut akeh2 kerr..nggarai ngiler engko..he2..
Sik-sik oskab iku cemilan opo naskiman kelas berat siihh...he2..ngungib admine..

- RUJAK alias KAJUR
Kajur yo ono aud jenise nawak. KAJUR SINAM sing isine haub ewag bumbu gulo abang plus kacang sing sedep-sinam. Kajur Sinam sing terkenal ndek ngalam yo ndek jalan Semeru iku cedeke Lapangan Gayana. Kajur jenis liyane yo iku-KAJUR ULEG alias RUJAK CINGUR. Lek urusan Kajur Cingur jagoane admin yo ndek Nenjap kerr, Kajur Cingur Bu Dhe Ruk, kajur legendaris'e nenjap. Panggonane ndelik tapi sik di goleki uwong, maklum ae wong ono mulai nuhat 1960. Wuiikk...Luawaaass puool. Ayas durung lahir iku jehh...Sampe Gange jenenge Gang Rujak.he2..

Weess Cekap semanten rulud..Nggarai luwe ae..Lek nawak-nawak ono panggonan sing kipa monggo di hambat no.

Talames hunting naskiman nawak.

Daftar KIWALANOLOGI (Kosakata Boso Walikan)
- naskiman: panganan, makanan
- rulud: dulur, dherek, saudara
- nayamul: lumayan
- licek-licek: kecil-kecil
- ngalam: malang, sebutan untuk Kota Malang
- uklam-uklam: mlaku-mlaku (jalan-jalan)
- ebes: Bapak
- oskab: bakso
- najuh: udan, hujan
- kanyab ilakes: banyak sekali
- hambat: tambah
- ewag: gawe, pakai
- haub : buah
- rasap: pasar
- sinam: manis
- ipok: kopi
- ngungib: bingung
- oges ngerog: sego goreng, kadang juga disebut isan ngerog
- senjem: menjes, salah satu jenis tempe
- utas: satu
- aud: dua
- amil sutar: lima ratus, gopek

[.Read More.]

SLOKi (Sumak Licek Osob Kiwalan)

Filed Under: Labels:
(dikutip dari AREMA Club (Pencinta Malang dan Boso Walikan) )



Bahasa Slenk Malangan atau Boso Malangan itu sendiri memang awalnya di usulkan oleh Ebes Suyudi Raharno dari kalangan pejuang Gerilya Rakyat Kota (GRK) sebagai bahasa komunikasi antar pejuang. Tujuannya sebagai bahasa sandi untuk membedakan mana pejuang dan pendukungnya dan mana musuh. Perkiraan munculnya sekitar tahun1949 untuk menghalau strategi Belanda yang banyak menyusupkan mata-mata ke kalangan pejuang untuk memburu pejuang pendukung Mayor Hamid Rusdi.
Bahasa ini tidak memiliki aturan yang baku meskipun kebanyakan orang banyak memformulasikan sebagai 'bahasa walikan' meskipun kenyataannya tidak semua kata berasal kata yang dibalik dan semua kata bisa di balik.
Berbeda dengan bahasa walikan pada umumnya yang juga di punyai oleh darah-daerah lain, Osob Kiwalan (Boso Walikan khas AREMA) memiliki keunikan tersendiri, jadi tidak asal balik. Bahasa khas Malang ini merupakan bahasa gabungan dari bahasa Jawa, Indonesia, Arab, Madura dan Cina. Jadi kata-kata yang digunakan adalah hasil kesepakatan pada saat itu. Sangat unik dan khas Malang, itulah yang membuat Boso Malangan berbeda dengan bahasa walikan dari daerah lain.

Pada perkembangannya bahasa yang tidak memiliki aturan baku ini berkembang dengan sendirinya sebagai bahasa komunikasi atau bahasa pergaulan antar genaro malang (orang malang) ketika ia berada di luar kota atau pun di luar negeri. Perkembangan dari boso walikan ini pun tidak stagnant mengingat ada kata-kata baru yang dulu tidak termuat dalam Boso Malangan yang asli tadi. Namun, bukan berarti kata-kata baru bisa ditambahkan atau dimunculkan dengan seenaknya. Kata-kata tersebut juga muncul dari tradisi atau kata-kata yang umum di ucapkan dalam pergaulan. Bagaimanapun juga asal mula munculnya kosakata walikan yang baru masih tetap sama, kata wallikan harus enak di ucapkan dan diterima oleh masyarakat sebagai bahasa pergaulan.
Berikut kata-kata yang lazim di ucapkan oleh kera-kera Ngalam plus kosakata khas Malang yang muncul dalam pergaulan dan dialeknya.
Selamat ber-kiwalan nawak

Nowus

NB: Sumonggo bagi yang ingin berkontribusi silahkan ditambahkan


A
A – partikel untuk kata tanya contoh ‘iyo a?’ (apa iya?), ‘mrono a?’ (kesana?) dst
Adapes – sepeda
Adapes rotom – sepeda motor
Amalatok - Kotalama
Ambek – dengan, dan
Amilsaleb - Limabelas
Amrin – pacar, kekasih
Analec - celana
Anyup -Punya
Aramaut - Mertua
Aranjep - penjara
Arema – Arek Malang
Arodam,Arudam - Madura
Asaib – biasa
Asrob – minum
Arodes - saudara, sedulur
Atrakaj - Jakarta, kadang jadi Arakatak
Atret – mundur
Aud - dua
Ayabarus –Surabaya
Ayas – saya
Ayem - melempem

B
Bes – kependekan ‘ebes’

C
Cik – ungkapan ‘betapa’ atau penyangatan spt ‘cik gedhene’ (besar banget)
Cikno - biarkan

D
Dewor - Wedok, Wanita, Perempuan
Dhulin - main

E
Ebes – bapak, panggilan hormat tidak formal
Ebes kanal, ebes nganal – bapak
Ebes kodew – ibu
Edeg -gede, besar
Embong - jalan
Ewed – sendiri
Ewedan - sendirian
Ewul - Luwe

G
Gak – tidak
Gak main – tidak becus, tidak beres
Genaro – orang
Genok – tidak ada

H
Halak - kalah
Haliuk - kuliah
Halokes – sekolah
Hamur - rumah
Helob – boleh
Helos - Soleh, Sohel
Hewod – Doweh, bibir tebal
Holopes – sepuluh
Hulupes – sepuluh

I
Ibar – kawin, nikah
Idrek – pekerjaan
Iko – itu (jarak jauh)
Imbelak -Kelambi
Ipok - Kopi, ngipok - ngopi
Itor - roti
Itreng – mengerti, paham

J
Jancik – makian halus
Janc*k – makian kasar
Jès – guys, coy

K
Kaceb - becak
Kadit – tidak
Kampes – celana dalam
Kana – anak
Kanyab – banyak
Kanyab tulum – banyak omong
Keat – tahi, makian
Kelab -Balik
Kendep - Pendek
Kendho - bodoh
Kèr – guys, coy
Kèra – (arek) orang
Kètam - mati
Kèwut - tua
Kipa - baik
Kitip -Pitik, Ayam
Kiwal – balik
Kiwalan – walikan, terbalik
Kodew – perempuan
Koen – kamu
Koleng - mabuk
Komes -Semok
Kopit - Cipok, cium
Kotrik - Perempuan, wanita
Koyes – menipu
Kubam - mabuk
Kubas - Sabuk
Kumang-kumang -Ngamuk
Kunam – burung, alat kelamin laki-laki

L
Ladub - budal, berangkat
Landas – sandal
Lancap -Pancal
Latab - batal
Lawet - Jual
Lecep - pecel
Ledom -model
Libom – mobil
Licek - kecil
Likis - kaki
Lodob -dobol
Lubak - cabul
Lukup -Pukul
Lundug- Gundul

M

Main – becus, bermain
Menclek - gila
Mengong – gila, bloon

N
Nahelop - Polehan (Nama daerah di malang)
Nakam – makan
Nates - Setan
Nawak – kawan
Nawak ewed – kawan sendiri
Nayamul - lumayan
Neam -maen, kadit neam- gak maen
Nenjap -Panjen
Nendes Kombet - Senden tembok, kata-kata favorite admin
Ngalam – Malang
Ngalup - pulang
Nganal – laki-laki
Nganem - menang
Ngarames – Semarang
Ngayambes – sembahyang, sholat
Ngentit - mencuri
Ngesop - Pusing
Ngetem - hamil
Ngingub – bingung
Ngohop -Pohong
Ngokob - Bokong
Ngonceb – banci, bencong, waria
Niwak -Kawin
Nolab - pelacur
Nolej -kelon (tidur bareng)
Nolo - londho
Nukud -nukun
Nyelang - meminjam

O
Oges – nasi
Ojir – uang
Ojob – suami/istri, pacar
Ojrit – iya
Oker - rokok
Omil - lima
Onit – Cina
Orip – berapa
Onggot -Tonggo
Ongisiras - Singosari
Onosogrem - Mergosono (Salah satu daerah di Malang)
Oskab - bakso
Osob – bahasa
Osob kiwalan – bahasa terbalik
Osi – bisa
Otos - soto
Otrahum - Muharto
Owik - Kiwo, pukul
Oyi - iya
Oyonid - Dinoyo

P
Plembungan - balon

R
Raijo – uang
Rekem - meker (mikir)
Repus -Sepur
Rudit - tidur

S
Sam – panggilan untuk laki2
Satrek -Kertas
Sèdeb - monyet
Senjem (menjes), Sejenis tempe
Seweng- Ngewes (Mabuk-mabukan)
Silup – polisi
Sinam – manis (untuk menyebut gadis cantik)
Soak- Kaos
Srongeb - Brengos, kumis
Suda- Adus ,mandi
Sude -Wedus. kalo wedus gimbal = Wedhul Gembes
Sutar - ratus (pecahan untuk ratusan)

T
Tahes – sehat
Tahil - lihat
Takis -Sikat
Tanggim -Minggat
Tènyom - monyet
Tencrem -Mencret
Tèwur – ruwet, rumit
Todes -sedot

U
Ubab – babu, pembantu
Ubir – ribu
Ublem –masuk
Uklam – jalan
Uklam-uklam – jalan-jalan
Ukut – tuku, beli
Umak – kamu
Unyab - banyu
Unyap - punya
Utab - Batu
Utem - metu
Utapes -Sepatu

W
Wanyik – orang

Source Asli disarikan dari:

http://grafityindonesia.wordpress.com/2010/05/18/bahasa-malang-boso-walikan/
http://bambangpriantono.multiply.com/reviews/item/246
http://groups.yahoo.com/group/arema/message/893


Genaro Ngalam Hebak....Monggo disuksesno bareng2 Yoooo....Malas Utas Awij!!
[.Read More.]

Mijan vs. Robert …. (part 1)

Filed Under: Labels:






Versus



AREMA INDONESIA mengawali musim 2010-2011 dengan pergantian nahkoda. Dengan status juara bertahan, AREMA menggunakan jasa Miroslav Janu (Mijan) sebagai allenatore singo edan. Padahal bersama Robert Rene Albert AREMA menjadi kekuatan yang menakutkan di Indonesia, entah sapa yang ada dibalik panggung semua ini. Banyak pro dan kontra yang muncul di permukaan, cuman bagi kami aremania, asal itu bertujuan baik bagi Singo Edan tetap kami dukung.

Gak kerasa udah berjalan 3-4 bulan kepergian meneer Robert Rene Albert dari AREMA. Sosok yang identik dengan ‘topi golf’-nya ini masih sangat kental dalam ingatan Aremania, terbukti sejak kepergiannya ke PSM masih banyak Aremania yang masih mengelu-elukannya layaknya seorang dewa. Tanpa disadari era Robert selalu membawa keberuntungan yang tinggi bagi tim yang dibelanya. Awal kiprahnya banyak yang meragukan kapasitasnya dalam memoles AREMA, tapi dengan daya magis yang tinggi meneer Robert menyulap AREMA (yang saat itu dihuni pemain-pemain muda) menjadi juara dalam Indonesia Super League.

Beralih ke era Mijan tentu banyak perubahan dalam AREMA (meski 80% muka lama dipertahankan), mau tidak mau ada yang berubah mulai dari cara melatih, formasi, strategy, maupun simpati Aremania. Mijan yang dulunya pernah menangani AREMA pada tahun 2007 pun mau tidak mau berada dalam bayang-bayang prestasi Robert. Memang tidak bisa kita menyamakan situasi musim ini dengan musim lalu, tapi secara tidak langsung pasti akan ada yang membandingkan kedua pelatih asal eropa ini.

To be Continued..

[.Read More.]